Senin, 16 Desember 2013

Sekilas Tentang Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia Pada 28 Oktober 1928 Bahasa Indonesia lahir, bersamaan dengan pengikraran sumpah pemuda yang dilakukan oleh pemuda dari seluruh nusantara. Unsur ketiga dari Sumpah Pemuda lah yang merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa indonesia. Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara yaitu pada 18 Agustus 1945. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36). Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) Nusantara dan hampir di seluruh Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti yang menggunakan bahasa melayu kuno di kawasan nusantara seperti prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Gandasuli berangka tahun 832 M (Jawa Tengah). Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan. Ahli sejarah Cina yaitu I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), yaitu bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara yaitu bahasa Melayu, yang berdampingan dengan bahasa Sanskerta. Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu dari peninggalan kerajaan Islam baik berupa batu tertulis seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Hikayat Raja-Raja Pasai dan Sejarah Melayu. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa dan berkembang dalam berbagai variasi dan dialek. Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. DAFTAR PUSTAKA http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/627/Sekilas%20Tentang%20Sejarah%20Bahasa%20Indonesia

Sekilas Tentang Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Pada 28 Oktober 1928 Bahasa Indonesia lahir, bersamaan dengan pengikraran sumpah pemuda yang dilakukan oleh pemuda dari seluruh nusantara. Unsur ketiga dari Sumpah Pemuda lah yang merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa indonesia. Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara yaitu pada 18 Agustus 1945.  Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36). Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) Nusantara dan hampir di seluruh Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti yang menggunakan bahasa melayu kuno di kawasan nusantara seperti prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Gandasuli berangka tahun 832 M (Jawa Tengah).
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan. Ahli sejarah Cina yaitu I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), yaitu bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara yaitu bahasa Melayu, yang berdampingan dengan bahasa Sanskerta.
Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu dari peninggalan kerajaan Islam baik berupa batu tertulis seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Hikayat Raja-Raja Pasai dan Sejarah Melayu. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.
Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa dan berkembang dalam berbagai variasi dan dialek.
 Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.


DAFTAR PUSTAKA
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/627/Sekilas%20Tentang%20Sejarah%20Bahasa%20Indonesia


0 komentar:

Posting Komentar